Imam Mahdi , juru selamat akhir zaman

 


Hazrat Masih Mau'ud as. dan Perjuangan Beliau untuk Islam dan Wujud Suci Rasulullah Saw.

 

Allah swt.  berfirman dalam Al-Qur’an:

“Dia-lah Yang telah membangkitkan di tengah-tengah bangsa yang buta huruf seorang rasul dari antara mereka, yang membacakan kepada mereka Tanda- tanda-Nya, dan mensucikan mereka, dan mengajarkan kepada mereka kitab dan hikmah, walaupun sebelumnya mereka berada dalam kesesatan yang nyata. Dan, Dia akan membangkitkannya juga pada kaum lain dari antara mereka yang belum bertemu dengan mereka. Dan, Dia-lah Yang Maha Perkasa, Maha bijaksana.” (QS Al-Jumu’ah [2]: 3-4)

Abu Hurairah ra meriwayatkan:

“Kami sedang duduk-duduk dekat Nabi (Shallallahu alaihi wa sallam) ketika surah Al-Jumu’ah diturunkan kepada beliau. Para sahabat bertanya, siapa yang dimaksud dalam ayat itu? Di antara kami terdapat seorang yang bernama Salman Al-Farsi. Kemudian Rasulullah (shallallahu alaihi wa sallam) meletakkan tangannya ke atas pundak Salman seraya bersabda: “Jika iman telah terbang ke bintang Tsurayya, beberapa orang laki-laki atau seorang laki-laki diantara orang ini (asal Persia) akan mengambilnya kembali.” (Bukhari).

 

1.    Kelahiran Hazart Mirza Ghulam Ahmad as.

 

Hazrat Mirza Ghulam Ahmad lahir pada 13 Februari 1835 di sebuah desa kecil bernama Qadian, di daerah Punjab, India . Ia adalah anak laki-laki kedua dari Mirza Ghulam Murtaza . beliau terlahir kembar, namun saudara kembar perempuannya meninggal beberapa hari setelah kelahiran mereka.

Saat itu tidak ada sekolah maupun akademi di India , orang tua Hazrat Ahmad as, memanggil guru pribadi  ke rumah untuk mengajari anak-anaknya saat beliau berumur enam atau tujuh tahun  . Beliau di ajari ayat-ayat Al Quran dan beberapa buku berbahasa Persia. Saat umur sepuluh tahun guru privat lainya di datangkan , yang bekerja keras mengajarkan elemen-elemen Bahasa Arab.

Ketika Gul Ali syah, guru privatnya sudah tidak sanggup lagi melakukan tiga -lima jam perjalanan ke Qadian maka tidak ada lagi orang yang mengajar di Qadian. Ayahnya kemudian mengatur agar sang putra tinggal di Batala dan melanjutkan Pendidikannya di bombing Gul Ali Syah. Di antara murid-murid Gul Ali Syah di Batala   terdapat seorang murid yang bernama Muhammad Husein. Hazrat Ahmad gemar membaca buku , sangat suka membaca ,sehingga memberi perhatian sedikit pada hal lainya sedari muda.

Beliau gemar berdiskusi tenang agama  secara pribadi dengan teman-temannya dari Hindu, Kristen juga dari Muslim.  Pendeta Butler seorang misionaris Skotlandia menjadi teman akrabnya dalam semingu atau dua minggu sekali bertemu untuk berdiskusi , beliau Pendeta yang kelahiran dan Pendidikan adalah seorang protestan yang memilik pengetahuan mengenai Al Kitab. Pengetahuannya ini beliau tanamkan kepada Hazrat Ahmad as, yang pada tahun-tahun berikutnya Hazrat Ahmad as hampir dapat mengutip Al Kitab begitu mudahnya sebagaimana mengutip Al quran.

 

2.         Islam di masa   Imam Mahdi.

Ian Admason dalam buku “ Ahmad The Guided One “ menuliskan bagaimana keadaan umat Islam di India ,Hazrat Ahmad as dan juga umat Muslim lainya meyakini jika saat itu Islam tidak hanya sedang mengalami serangan tetapi juga sedang mengalami kemunduran . Penaklukan India oleh Inggris di sebutkan telah membuka datangnya misionaris-misionaris Kristen di anak benua India, misionaris -misionaris ini berasal dari Inggris, Amerika, Jerman dan negara Eropa lainya.  Dan banyak dari mereka beranggapan masa itu sebagai kesempatan yang benar-benar  diberikan oleh  Tuhan untuk mengubah duina timur menjadi Kristen. Meski Pemerintah sipil dan Pihak Militer Inngris menganggap pengkristenan bukan tujuan mereka dating ke India, mereka membolehkan semua agama berkompetisi tanpa campur tangan pemerintah. Adanya Pax Britannicus  inilah yang memberi kemenangan tulus pada Hz Ahmad .

Redaktur sebuah jurnal dari mysore , Bangalore , di India Selatan yang Bernama Mansur Muhammadi  menulis  “ Islam sedang menghadapi serangan dari segala penjuru. Atheisme sedang tumbuh subur dan ketidak beragamaan sedang meningkat. Pihak (Hindu) Brahmo Samaj sedang berusaha untuk menancapkan keunggulan kepercayaan mereka di atas Islam melalui tulisan-tulisan bernuansa Filsafat.

3.         Tampil membela Islam

Ketika serangan-serangan terhadap Islam semakin meningkat dari segala penjuru , Hazrat Ahamd melakukan pembelaan atas Islam dengan menulis buku-buku yang menampilkan keunggulan-keunggulan Islam atas agama lain serta menampilkan hujah/dalil yang tidak terbantahkan.

Hazrat Imam mahdi as tampil membela Islam dari serangan keji musuh Islam , beliau menganggap saat ini bagi Islam bukan lagi hanya  bertahan dari serangan  tetapi sudah saatnya Islam tampil  menyerang. Beliau menjawab serangan-serangan musuh Islam dengan tulisan beliau di surat kabar-surat kabar, selebaran hingga menulis buku-buku secara khusus.   Hazrat Ahmad as  selama hidupnya  telah menulis sekitar 85 buku , beberapa  di antara  buku beliau   .

a.  Barahin Ahmadiyah  

Jilid Pertama dan kedua terbit pada tahun 1880 Masehi , Barahin Ahmadiyya ‘ala hakikati kitabillahil Qur’an wa nubuwwatil Muhammadiyyah (bukti-bukti kebenaran kitab Allah Al-Qur’an dan kenabian Muhammad saw) . Jilid ketiga terbit pada 1882 , jilid keempat pada 1884 serta yang kelima  tahun 1905.

 Melalui buku ini Hz Ahmad membuktikan kebenaran Al Quran dan Kenabian Muhammad saw. Buku ini merangkum 300 bukti-bukti kebenaran Islam yang kuat, konklusif dan meyakinkan. Beliau bersabda tentang buku ini :   Biar kiranya menjadi jelas bagi para pencari kebenaran tentang mengapa buku ini diberi judul Barahin Ahmadiyya ‘ala hakikati kitabillahil Qur’an wa nubuwwatil Muhammadiyyah (bukti-bukti kebenaran kitab Allah Al-Qur’an dan kenabian Muhammad saw) ialah agar bukti-bukti kebenaran agama Islam, dan bukti-bukti keunggulan Al-Qur’an Suci dan bukti-bukti kebenaran kenabian Rasulullah sawKhataman Nabiyyin, bisa diketahui oleh orang-orang dengan sejelas-jelasnya. Adapun mereka yang tidak meyakini kitab suci itu dan rasul pilihan tersebut, kiranya dapat dibungkam dengan bukti-bukti intelektual yang sempurna sehingga mereka tidak lagi dapat membuka mulutnya dengan semena-mena”

Beliau menawarkan hadiah 10.000 rupes bagi siapa saja yang bisa membantah bukti-bukti yang beliau kemukakan dalam kitab itu. Pengikut agama Hindu dan Kristen menjadi marah setelah membaca buku ini , alih-alih mereka membantah tulisan dan mengemukakan bukti bantahan malahan mereka berbicara yang tidak relevan. Hingga saat ini belum ada yang bisa membantah bukti-bukti yang di kemukakan Hazrat Imam Mahdi as dalam buku tersebut.

Sir Zafrullah Khan , Ahmadi yang kelak menjadi Menteri luar negeri Pakistan menulis tentang buku ini :  Penulisnya adalah seorang cendekiawan besar Islam dan ahli perbandingan agama serta memiliki pengalaman berhubungan erat dengan Tuhan. Ia adalah orang yang terus menerus menerima wahyu . ia juga memiliki akses ke perpustakaan keluarga meskipun sebelumnya pernah di hancurkan oleh kaum Sikh pada masa kakeknya, yang sekarang di telah di pulihkan dengan keadaan yang cukup baik.

Muhammad Husen Batalwi, teman sekolah Hz Imam Mahdi as yang kelak akan menjadi salah satu penentang keras beliau, beliau  menulis tentang Buku Barahin Ahmadiyah : Menurut pendapat kami , dari sudut pandang modern masa kini, buku ini memiliki tempat khusus dalam sejarahn Islam. Tidak ada buku seperti ini yang pernah di terbitkan di masa lalu. Penulis buku ini -Hazart Ahmad as.- bekerja untuk melayani Islam , melalui hidupnya, energinya, penanya dan dengan lidahnya di dalam setiap aktifitasnya, yang demikian hamper belum pernah ada di antara orang Islam. Kami mengajak orang agar bisa menunjukan kepada kami buku yang seperti ini.

lebih lanjut Hussain Batalwi menulis : “ Penulis buku Braheen-i-Ahmadiyya, dengan menulis buku ini telah menjaga kehormatan kaum Islam dan telah mengajukan tantangan kepada musuh-musuh Islam dengan tegas dan sungguh-sungguh. Ia telah mengumumkan kepada seluruh dunia siapapun yang memiliki keraguan atas kebenaran Islam , agar dating kepadanya dan menyaksikan bukti bukti spiritual dan intelektual berdasarkan Quran serta mukjizat dari manifestasi kenabian Muhammad dalam dukungan terhadap kebenaran Islam.”

Kemudian ada kesaksian seorang Sufi Bernama Ahmad dari kota Ludhiana, ia menulis sebagai berikut : “ Buku ini meyakinkan orang-orang kafir , menggerakan hal-hal biasa, mengingatkan yang lalai, menyempurnakan pemahaman orang-orang beriman , memperkuat akar-akar Islam serta menghapus keraguan yang di ungkapkan oleh para penentang Islam.”

Buku ini telah mengguncang dunia , menampilkan kebenaran dan keunggulan Islam dengan cara-cara yang luar biasa dan belum pernah di temukan sebelumnya. Sehingga orang menyadari bahwa karunia terbesar adalah Iman dan Islam, harta karunnya berupa kitab suci Al Quran dan kebenaran sejati adalah ajaran suci yang di bawa YM Muhammad saw.

b.    Filsafat Ajaran Islam

Buku ini di tulis khusus untuk di bacakan pada Konferensi Agama-agama pada 26-29 Desember tahun 1896 di Kota Lahore . Buku ini memuat gambaran indah tentang kebenaran dan kebesaran agama Islam secara murni, yang ditulis oleh beliau pada saat kondisi agama Islam tengah berada di tepi kemunduran dan hampir terpuruk dan tenggelam oleh gejolak permusuhan antar agama pada masa itu. Demikian menariknya buku yang beliau tulis ini, sehingga buku ini telah banyak diterjemahkan dan diterbitkan dalam berbagai bahasa penting di berbagai belahan dunia.

Buku ini membahas 5 tema bahasan yang luas sebagai berikut, yang ditetapkan oleh moderator Konferensi:

1.                  Keadaan Jasmani, Akhlaki dan Rohani Manusia.

2.                  Keadaan Manusia sesudah Mati.

3.                  Tujuan Hidup Manusia di Dunia dan Sarana untuk Mencapainya.

4.                  Pengaruh Pengamalan Hukum Syariat di dalam Kehidupan Dunia ini dan di dalam   Kehidupan Yang Akan Datang.

5.                  Sumber-sumber Ilmu Samawi

Abdul Karim murid beliau yang mendapatkan tugas membacakan naskah tersebut dalam kenferensi agama-agama di Lahore , waktu yang di berikan untuk membacakan naskah beliau sudah habis sementara baru bagian pertama naskah itu di bacakan. Atas permintaan hadirin dan kesediaan pembicara Islam lainnya maka waktu di tambah hingga naskah Filsafat Ajaran Islam selesai di bacakan.

 

Banyak pujian dari berbagai kalangan atas keunggulan pidato Hazrat Ahmad as dalam konferensi tersebut, surat kabar- surat kabar saat itu membuat berita tentang keunggulan naskah tersebut dalam berita-berita utama. Bukan hanya surat kabar lokal India yang memuat berita kehebatan naskah tersebut , tetapi juga surat kabar mancanegara juga memuat di halaman utama keunggulan naskah pidato Hazrat Ahmad.

Tidak ada bukti yang lebih besar atas kehebatan makalah  ini adalah penentang yang memuji-mujinya  . Sebuah surat kabar berbahasa Inggris The Cicil and Military Gazete , Lahore , walaupun surat kabar milik Kristen telah memuat pujian yang tinggi terhadap makalah tersebut dan menyampaikan sebagai sesuatu yang layak di sebut-sebut. Harian Punjab Observer , surat kabar Paisha Akhbaar,Chaudhwin Shadi, Sadikul Akhbar, Makhbir-e-Dakkan, dan General-o-Gohari Ashifi dan beberapa koran lainya memuat pujian dan sanjungan atas keunggulan  makalah tersebut. Orang India non India maupun non Muslim menyatakan bahwa pidato Hazrat Ahmad adalah yang paling unggul atas pidato-pidato lainya.

 

Selain kedua buku di atas , buku beliau yang lain di antaranya :

 Purani Tabrirain ( Tulisan-tulisan kuno) , menguraikan tentang teori dari mkepercayaan , wahyu dan transmigrasi jiwa-jiwa yang ada dengan sendirinya  dan abadi.

 

Sabz Isytihar (selebaran hijau ) Judul aslinya adalah : sebuah pidato yang sarat dengan kebenaran, ini sebetulnya sebuah pengumuman yang disebarkan pada bulan Desember 1888 , yang kemudian di kenal sebagai selebaran hijau karena di cetak di atas kertas warna hijau.

 

Fath-e-Islam ( Kemenangan Islam)  Buku ini di terbitkan pada tahun 1881 ,berisi pendakwaan bahwa Hazrat Ahmad as. telah di utus oleh Allah swt. untuk menghidupkan agama serta mendirikannya di dalam hati manusia .

 

Tauzeh-e-Maraam ( Penjelasan atas Keberatan )   Buku ini adalah bagian kedua dari buku Kemenangan Islam, menjelaskan kedatangan kedua dari Al-Masih. Ahmad meminta para pembaca untuk  menahan penilaiannya sampai mereka selesai mempelajari bagian ketiga dari buku Kemenangan Islam.

Izala-e-Auham ( Menyingkap Keraguan )  Bagian ketiga dari buku Kemenangan Islam, menjelaskan kedatangan Al -Masih yang di janjikan sebagai turunnya Yesus yang kedua kalinya. Kedatangannya untuk memberikan kehidupan spiritual bagi orang yang telah mati jiwanya. Dalam buku ini Hazrat Imam Mahdi as menyampaikan perlunya membawa Islam ke Eropa dan Amerika. Serta menjelaskan kata tawaffa , kata kunci di setiap diskusi mengenai mati atau hidupnya Yesus.

 

Debat Ludhiana , Perdebatan antara Hazrat Imam Mahdi as dan Muhammad Hussain  dimuali pada tanggal 20 Juli 1891 dan berakhir 12 hari kemudian. Muhammad Hussain meminta kepada Hazrat Imam Mahdi as. untuk menarik pendakwaannya sebagia Al-Masih yang di janjikan.

dan banyak lagi buku-buku beliau yang semuanya di tulis untuk membela kebenaran Islam.

 

 

 

4.         Perdebatan

Hazrat Ahmad as membela kehormatan Islam tidak hanya melalui  tulisansaja , tetapi  juga melalui diskusi-diskusi  atau perdebatan-perdebatan langsung dengan pemuka-pemuka agama lain.  Sejak masih muda beliau senang bertukar pikiran atau diskusi dengan teman-temannya dari Hindu,Budha , Sikh juga dari Muslim sendiri.  Beberapa diskusi atau perdebatan yang terkenal dalam sejarah Jemaat Ahamdiyah antara lain :

a.    Perdebatan dengan Abdulah Atham ,

 

Perdebatan dengan Abdulah Atham berlangsung  pada tahun 1893.  Perdebatan ini diadakan di Amritsar dan berlangsung selama 15 hari, sedangkan hasil perdebatan ini dicetak dalam bentuk buku dengan judul Jangg-e-Muqaddas. Dalam perdebatan ini pihak yang melawan Hazrat Ahmad  as.  mengalami kekalahan seperti perdebatan-perdebatan lainnya.

Perdebatan ini berlangsung secara tertulis. Kedua belah pihak duduk berhadapan satu sama lain dan menulis jawaban-jawabannya. Tulisan-tulisan itu yang kemudian dicetak dalam bentuk buku. Dampaknya, perdebatan tersebut sangat baik dan menyenangkan. Dalam perdebatan itu ternyata kadang-kadang pihak Kristen sama sekali tidak dapat menjawab argumentasi-argumentasi yang dipaparkan oleh Hazrat Ahmad as,  Bahkan kadangkala mereka berputar lidah dan merubah pendirian mereka, serta menggunakan kata-kata kasar yang tidak pada tempatnya.

Hazrat Ahmad as.  telah mengemukakan suatu cara baru dalam ilmu kalam, bahwa tiap pihak harus  mengemukakan pendakwaan dan keterangan-keterangan tentang kebenaran agamanya dari kitab suci masing-masing. Dalam perdebatan itu, terjadi pula suatu kejadian aneh yang menggambarkan keunggulan dan kecerdasan Hazrat Ahmad as.

 

b.    Perdebatan Delhi ,

sebagaimana tertulis dalam sejarah , Hazrat Ahmad as.  tiba di Delhi pada tanggal 27 September 1891. Pada waktu itu Delhi dipandang sebagai pusat ilmu pengetahuan di seluruh India. Dan pihak lawan lebih dahulu telah menghasut penduduk Delhi menentang beliau as,  Maka dengan kedatangan beliau timbulah suatu keributan dan kegoncangan yang hebat. Para ulama menantang Hazrat Ahmad  as. berdebat. Akhirnya mereka secara sepihak telah menetapkan Maulvi Nazir Hussein, tokoh Ahli-Hadis, akan berdebat dengan Hazrat Ahmad as.  di Masjid Jami’ Delhi. Sedangkan hal itu tidak diberitahukan kepada Hazrat Ahmad as.

Pada waktunya, datanglah Hakim Abdul Majid membawa kendaraan supaya Hazrat Ahmad as. berangkat ke Masjid Jamii’ untuk perdebatan itu. Hazrat Ahmad as.  menjawab:

“Dalam keributan dan kekacauan yang begini hebat, jika belum ada pengawalan yang lengkap dari pemerintah, saya tidak dapat pergi ke tempat perdebatan itu. Lagi pula, masalah perdebatan serta syarat-syaratnya seharusnya telah dimusyawarahkan terlebih dahulu dengan saya juga.”

Atas jawaban ini, para penentang semakin ribut. Oleh karena itu, Hazrat Ahmad as, mengumumkan: “Baiklah, Mlv. Nazir Hussein Delwi menyatakan dengan sumpah di Masjid Jami’, bahwamenurut ayat-ayat Al-Quran Nabi Isa as.  masih hidup dan sampai sekarang belum wafat. Setelah sumpah itu, jika dalam tempo satu tahun Mlv. Nazir Hussein tidak mendapat suatu siksaan dari langit, maka boleh lah saya dianggap sebagai pendustadan saya akan membakar seluruh buku saya.”

 

Untuk hal itu Hazrat Ahmad as,  telah pula menetapkan hari dan tanggalnya. Permintaan tersebut sangat menggelisahkan murid-murid Mlv. Nazir Hussein, dan mereka berupaya dengan berbagai cara untuk menghalangi persumpahan itu. Tetapi masyarakat umum mendesak Mlv. Nazir Hussein agar bersumpah bahwa Mirza Ghulam Ahmad adalah dusta dalam pendakwahanya.

Pada waktu itu rakyat jelata berduyun-duyun berkumpul di Masjid Jami’ Delhi. Banyak orang memberi pandangan agar Hazrat Ahmad as,  tidak usah pergi ke tempat itu, sebab diri beliau as.  terancam dan mungkin timbul bahaya bagi diri beliau. Tetapi Hazrat Ahmad as.  beserta 12 orang sahabat beliau pergi juga ke tempat itu (Nabi Isa Israili dahulu juga mempunyai 12 orang sahabat/hawariyin, dan pada kejadian ini Hazrat Ahmad as. pun ditemani oleh 12 orang sahabat beliau).

Kekacauan suasana sebelum dan selama perdebatan di gambarkan demikian kacau , pergerakan orang yang sudah terhasut seruan pemimpin mereka menambah kacau suasana.

 

Bagian luar dan dalam Masjid Jamii’ Delhi telah penuh sesak oleh massa, bahkan di tangga-tangga luar pun penuh dengan khalayak ramai. Dalam kerumunan puluhan ribu orang itu — yang sebagian besar berkumpul karena kebencian terhadap Hazrat Ahmad as. - telah naik darah dan gelap mata. Beliau as.  dengan beberapa sahabat itu berjalan terus melalui kerumunan masa sampai ke tempat imam dalam masjid itu, dan beliau pun duduk disana. Seorang perwira polisi dengan seratus orang pasukannya telah berada di tempat untuk menjaga ketenteraman dan keamanan. Dari antara hadirin banyak pula yang membawa batu untuk melempar Hazrat Ahmad as. Bisa di bayangkan apa yang terjadi jika seketika massa terprovokasi untuk menyerang Hazrat Ahmad as dengan benda-benda yang mereka bawa..

Dalam perdebatan itu pihak lawan menderita kekalahan. Tidak ada yang mau memperbincangkan masalah kewafatan Nabi Isa as.Demikian pula Mlv. Nazir Hussein atau orang lainnya tidak berani bersumpah seperti yang dimintakan. Seorang advokat dari Aligarh bernama Khwaja Muhammad Yusuf, telah menerima tulisan iktikad dan pendirian Hazrat Ahmad as. yang akan dibacakannya di hadapan umum. Tetapi para ulama yang telah menyebarkan fitnah — bahwa Hazrat Ahmad as. tidak mempercayai Al-Quran, Hadis dan Junjungan Nabi Muhammad saw.  — mereka takut bila tipu muslihat dan fitnah mereka itu terbongkar. Maka mereka terus menghasut, supaya masyarakat umum jangan sampai mendengarkan iktikad dan pendirian Hazrat Ahmad as.  yang sebenarnya.

Atas hasutan mereka timbullah keributan dan kekacauan besar, sehingga Khwaja Muhammad Yusuf tidak dapat membacakan tulisan itu. Oleh karena keadaan begitu gawat, perwira polisi memberi peringatan untuk  membubarkan pertemuan, dan melarang mengadakan perdebatan pada waktu itu. Polisi mengantar Hazrat Ahmad as. sampai ke luar pintu mesjid, dan ketika menunggu kendaraan, banyak orang berkumpul hendak membuat keributan. Lalu beliau as. naik kendaraan untuk pulang, dan polisi membubarkan massa yang ada.

 

c.     Menjawab serangan yang di tujukan pada Islam.

 

pihak lain terhadap Islam. Pada tahun 1898, seorang Kristen yang asalnya murtad dari Islam, telah menerbitkan sebuah buku yang sangat kotor menghina serta menimbulkan kemarahan dan pergolakan yang sangat hebat di kalangan orang-orang Islam. Hazrat Ahmad as pun menganggap bahwa hal itu akan menggoyahkan keamanan dalam negeri. Sebuah perkumpulan Islam di Lahore mengajukan suatu permohonan kepada pemerintah, supaya buku tersebut disita kesemuanya. Hazrat Ahmad as menyarankan kepada mereka bahwa permintaan semacam itu tidak akan begitu bermanfaat, dan lebih baik diterbitkan sebuah jawaban yang jitu dan tepat terhadap buku itu. Namun perkumpulan tersebut tidak mengindahkan saran beliau as dan akhirnya maksud mereka pun tidak berhasil — seperti yang telah beliau as sampaikan pada mereka. Hazrat Ahmad as tidak menyetujui permohonan mereka itu, karena dengan dikabulkanya permintaan tersebut berarti terbukti kelemahan Islam. Beliau as lebih setuju untuk menjawab buku itu.

Pemerintah pun lebih menghargai permintaan beliau ini. Demikanlah beliau as telah memelihara     hak-hak orang Islam, untuk menablighkan Islam dan menjawab segala tuduhan

 

5.    Penerbitan Majalah Review Of Religion ,

 

Hazrat Imam Mahdi mulai mengalihkan perhatian ke bagian belahan Eropa dan Amerika , jika Kristen  telah menyebarkan misionaris-misionarisnya di India dan belahan Asia lainya maka Islam juga harus mengirim misi ke benua Eropa dan Amerika. Saat itu surat kabar adalah media paling punya kemampuan berbicara kepada manusia di seluruh dunia dengan Bahasa masing-masing . Bahasa Inggris merupakan bahasa yang paling banyak di pergunakan di seluruh dunia , bahasa Inggris telah menembus kelas dan agama, dan juga melewati batas-batas tua wilayah para Rajah dan Maharajah.

Dengan bahasa Inggris , Hazrat Imam Mahdi menyadari beliau dapat berbicara  kepada penduduk di Amerika, Eropa dan setiap negara dalam imperium Inggris , yang pada waktu itu tersebar di Asia, Afrika bahkan China dan Amerika.

Hazrat Imam Mahdi as kemudian menggagas penerbitan majalah atau jurnal berbahasa Inggris yang akan menarik perhatian kaum yang suka berfikir.  Majalah itu kemudian di namakan “ The Review of Religions “  Editornya adalah seorang pengacara di Lahore bernama Muhammad Ali. Dalam majalah itu Hazrat Imam Mahdi juga memikat perhatian publik menampilkan keindahan-keindahan  Islam  atas agama lain.

“The Review of Religions”  secara berkesinambungan telah terbit sejak 1906 sampai sekarang, dan membuatnya menjadi sebuah jurnal tertua di dunia.

Hazrat Imam Mahdi as menolak membiarkan kritik kepada Islam di India di biarkan lewat begitu saja demikian juga melalu jurnal “The Review of Religions “ beliau tidak mau membiarkan setiap kritik kepada Islam di Eropa, Amerika dan Inggris Raya  di biarkan berlalu tanpa jawaban .

Yang pertama mendapat perhatian Hazrat Imam Mahdi adalah Jhon Alexander Dowie , Seorang Skotlandia kelahiran Edinburg yang memperoleh pelatihan kependetaan dan migrasi ke Australia , tahun 1888 Dowie pindah ke Amerika Serikat. Dowie adalah musuh sengit bagi Islam ia menulis “ Saya pikir kepalsuan Muhammad merupakan kehinaan yang besar.” selanjutnya menulis “ saya mengingatkan orang-orang Kristen di Amerika dan Eropa bahwa Islam tidak mati. Islam memiliki kekuatan besar, bagaimanapun juga Islam dan Muhammadanisme harus di musnahkan.”

 

Hazrat Imam Mahdi as  bangkit menjawab tantangan Dowie :  “Kami ingin menjelaskan secara hormat bahwa tidaklah perlu memenuhi maksudnya dengan menundukan berjuta-juta kaum muslim untuk di binasakan. Ada suatu cara yang sangat mudah untuk menentukan apakah Tuhannya Dowie adalah Tuhan yang benar ataukah Tuhan kami yang benar. Caranya adalah tuan  Dowie tidak perlu secara berulang-ulang  mengumumkan ramalannya mengenai kehancuran semua kaum muslim, tetapi bawalah saya kedalam hatinya dan berdoalah agar di antara kita berdua, salah seorang yang palsu akan mati mendahulu yang lainnya,… Dowie mempercayai Yesus sebagai Tuhan dan saya menganggap dia (Yesus) adalah seorang makhluk Tuhan yang rendah hati dan seorang Nabi.”

 

Tantangan Hazrat Imam Mahdi bahkan di muat oleh sebuah surat kabar dengan sirkulasi besar di Amerika Serikat  “The Argonaut” di San Fransisco , ,mengomentari bahwa tantangan yang telah  Ahmad  ajukan akan sulit untuk  di hindari.

Dowie sendiri tidak menerima tantangan itu tetapi secara terbuka ia malah mengumumkan doanya “ Saya Berdoa kepada Tuhan bahwa Islam akan segera musnah dari dunia ini. Ya Tuhan terimalah doa saya ini. Ya Tuhan, hancurkanlah Islam”

Kejadian selanjutnya adalah pembuktian kemenangan doa Hazrat Imam Mahdi as, Dowie menghadapi kesulitan keuangan, Kesehatan memburuk , tahun 1905 ia menderita lumpuh akibat  stroke , ia di pindah ke Jamaika untuk iklim yg lebih cocok kemudian ke Mexico . Ia perlahan di tinggal pengikutnya yang berbalik menentangnya , anak istrinya juga meninggalkannya. Ia juga di tuduh melakukan serangakaian perbuatan haram dan amoral. Meninggal dalam keadaan menyedihkan pada 9 Maet 1907.

Atas kejadian semuanya , Sebuah surat kabar terbesar di Boston,  menulis dalam Headline (berita utama )  “ Kemenangan Mirza Ghulam Ahmad , Sang Al Masih.”

Demikian sekelumit yang kami bisa tulis , atas segala kekurangan kami mohon maaf sebesar-besarnya. jaakumullah ahsanal jaza.

Kebayoran Maret 2022 .

Sutrisno Abdul Malik-24877- , Jemaat Kebayoran.

sumber bacaan dan kutipan :

1.       ahmadiyah.id

2.       Ahmad The Guided One , terjemahan Indonesia Oleh MA Suryawan, penerbit LKis 2021.

 

 

 

 


Komentar